|
Rasulullah, Pemimpin yang Dicintai Ummat |
|
|
|
|
Written by Super Admin
|
|
Sunday, 15 November 2009 09:33 |
|
Islam sampai kepada kita saat ini tidak lain berkat jasa Baginda Rasulullah Muhammad SAW sebagai sosok penyampai risalah Allah SWT yang benar dan di ridhoi. Dan nanti di padang mahsyar, tiap umat islam pasti akan meminta syafa’at dari beliau SAW dan menginginkan berada di barisan beliau SAW. Namun, pengakuan tidaklah cukup sekedar pengakuan. Pengakuan kita atas cinta kepada beliau harus diikuti dengan usaha kita untuk mengikuti jejak beliau dengan jalan mengikuti sunnah-sunnah beliau dan senantiasa membasahi bibir ini dengan mendo’akan beliau dengan cara memperbanyak bersholawat kepada beliau SAW. Sejarah tak akan mampu mengingkari betapa indahnya akhlak dan budi pekerti Rasulullah tercinta, Sayyidina Muhammad Sholallohu ‘alaihi wa sallam hingga salah seorang istri beliau, Sayyidatina A’isyah Rodhiyallahuanha mengatakan bahwa akhlak Rasulullah adalah “Al-Qur’an”. Tidak satu perkataan Rasulullah merupakan implementasi dari hawa nafsu beliau, melainkan adalah berasal dari wahyu ilahi. Begitu halus dan lembutnya perilaku keseharian beliau. Rasulullah itu adalah orang yang sangat dicintai oleh ummatnya terlebih lagi oleh para sahabatnya.
|
|
Last Updated on Sunday, 15 November 2009 09:57 |
|
Read more...
|
|
|
Written by Super Admin
|
|
Wednesday, 11 November 2009 12:53 |
|
Hari Jumat di bulan Ramadhan, pukul 05.00 pagi, fajar 17 Agustus 1945 memancar di ufuk timur. Embun pagi masih menggelantung di tepian daun. Para pemimpin bangsa dan para tokoh pemuda keluar dari rumah Laksamana Maeda, dengan diliputi kebanggaan setelah merumuskan teks Proklamasi hingga dinihari. Mereka, telah sepakat untuk memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia hari itu di rumah Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, pada pukul 10.00 pagi. Bung Hatta sempat berpesan kepada para pemuda yang bekerja pada pers dan kantor-kantor berita, untuk memperbanyak naskah proklamasi dan menyebarkannya ke seluruh dunia ( Hatta, 1970:53 ). Menjelang pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan, suasana di Jalan Pegangsaan Timur 56 cukup sibuk. Wakil Walikota, Soewirjo, memerintahkan kepada Mr. Wilopo untuk mempersiapkan peralatan yang diperlukan seperti mikrofon dan beberapa pengeras suara. Sedangkan Sudiro memerintahkan kepada S. Suhud untuk mempersiapkan satu tiang bendera. Karena situasi yang tegang, Suhud tidak ingat bahwa di depan rumah Soekarno itu, masih ada dua tiang bendera dari besi yang tidak digunakan. Malahan ia mencari sebatang bambu yang berada di belakang rumah. Bambu itu dibersihkan dan diberi tali. Lalu ditanam beberapa langkah saja dari teras rumah. Bendera yang dijahit dengan tangan oleh Nyonya Fatmawati Soekarno sudah disiapkan. Bentuk dan ukuran bendera itu tidak standar, karena kainnya berukuran tidak sempurna. Memang, kain itu awalnya tidak disiapkan untuk bendera.
|
|
Last Updated on Wednesday, 11 November 2009 13:42 |
|
Read more...
|
|
Kalau sudah lulus mau bekerja di mana? |
|
|
|
|
Written by Super Admin
|
|
Wednesday, 11 November 2009 12:46 |
|
|
“Mindset” di atas sepertinya sudah menjadi kebiasaan bagi orang Indonesia kebanyakan. Tidak dapat dipungkiri, kebanyakan dari kita diberikan pemahaman bahwa belajar itu nantinya untuk mencari kerja. Namun jika kita lihat situasi dunia kerja saat ini, antara ketersediaan lapangan perkerjaan dengan jumlah pekerja sangat tidak seimbang. Khususnya di indonesia, jumlah pengangguran saat ini mencapai 40 juta orang! Jika “mindset” untuk menjadi “pekerja” seperti ini terus terjadi, bisa jadi negara ini menjadi negara pengangguran! Harus ada kelompok – kelompok manusia yang berinisiatif menjadi “pemberi kerja” atau entepreneur. Menjadi entepreneur berarti memilih jalur yang tidak banyak orang memilihnya. Dari hasil penelitian dan kata – kata dari Ciputra, salah satu entepreneur yang sukses, “Jika suatu negara ingin maju, maka minimal suatu negara harus memiliki entepreneur minimal 2% dari jumlah rakyatnya”. Di indonesia saat ini baru memiliki kurang dari 0,8 % penduduk menjadi entepreneur. Minimal dibutuhkan 1,2 % lagi atau 2,76 juta orang entepreneur tambahan! Temen-temen tahu? Rasulullah S.A.W merupakan seorang entepreneur sejati.
|
|
Last Updated on Wednesday, 11 November 2009 13:43 |
|
Read more...
|
|
Written by Super Admin
|
|
Wednesday, 11 November 2009 12:46 |
|
Pada hari-hari terakhir hidupnya, Khalifah Abu Bakar sibuk bertanya pada banyak orang. "Bagaimana pendapatmu tentang Umar?" Hampir semua orang menyebut Umar adalah seorang yang keras, namun jiwanya sangat baik. Setelah itu, Abu Bakar minta Usman bin Affan untuk menuliskan wasiat bahwa penggantinya kelak adalah Umar. Tampaknya Abu Bakar khawatir jika umat Islam akan berselisih pendapat bila ia tak menuliskan wasiat itu. Pada tahun 13 Hijriah atau 634 Masehi, Abu Bakar wafat dan Umar menjadi khalifah. Jika orang-orang menyebut Abu Bakar sebagai "Khalifatur- Rasul", kini mereka memanggil Umar "Amirul Mukminin" (Pemimpin orang mukmin). Umar masuk Islam sekitar tahun 6 Hijriah. Saat itu, ia berniat membunuh Muhammad namun tersentuh hati ketika mendengar adiknya, Fatimah, melantunkan ayat Quran. Selama di Madinah, Umarlah --bersama Hamzah-yang paling ditakuti orang-orang Quraisy. Keduanya selalu siap berkelahi jika Rasul dihina. Saat hijrah, ia juga satu-satunya sahabat Rasul yang pergi secara terang-terangan. Ia menantang siapapun agar menyusulnya bila ingin "ibunya meratapi, istrinya jadi janda, dan anaknya menangis kehilangan."
|
|
Last Updated on Wednesday, 11 November 2009 13:39 |
|
Read more...
|
|
|
| | |